menampik modernitas, menanti kebersalahan sistem

Ide bahwa sejarah manusia manusia ditandai oleh diskontinu-diskontinu dan tidak memiliki bentuk perkembangan yang halus, tentu merpakan sesuatu yang lazim dan banyak ditekankan oleh versi-veri marxisme yang banyak menuai pemahaman radikal atau salah interpretasi dari individu yang mempelajari hal-hal ini. modernitas ini sendiri tidak sebagus apa yang kita kira. banyak korban yang berjatuhan dari sisi sosial budaya, ekonomi, hingga religiusitas yang terjatuh dan sulit untuk kembali ke permukaan. nilai-nilai lokal tradisional pun sulit muncul dan sering kali termarjinalkan oleh kehebatan mesin menguasai alam pemikiran manusia yang cenderung ingin menjadi individu yang progresif.

modernitas sendiri sudah bergerak sejak abad ke 17 dan mulai meresahkan mulai awal tahun 2000an. Modernitas ini sukses dalam menumbangkan nilai-nilai peradaban tradisional yang begitu taat pada nilai-nilai etnik budaya, alam, mistik, dan agama. sukseslah modernitas dalam pembalasan dendam rasionalisme yang melihat tradisi sebagai biang keladi mampatnya transformasi pemikiran dan kritik, sehingga kita menjadi sangat berhak dan layak untuk menegaskan apa pun kepada siapapun dalam situasi apapun.

dendam terhadap modernitas sendiri sangat mengakar dalam diri kita sehingga kedendaman tersebut membuat kita menjadi nyaman akan segala sesuatu yang disediakan oleh modernitas itu sendiri. dendam ini berlanjut terhadap saudara kembarnya sendiri yaitu kergersangan jiwa dan hausnya akan imajinasi seseorang terhadap dunianya  yang dia jalani. hal ini membuat seseorang menjadi “pencari tuhan”. “tuhan” disini adalah tuhan yang bersifal impersonal yang menenangkan jiwa dan membuat dunia fantasinya berkembang secara bebas.

dan bagaimana dengan agama yang sudah mempunyai dogma-dogma yang kekal dan tidak terbantahkan ? bukankah mereka juga menyediakan kebutuhan rohaniah yang bersifat menenangkan dan membuat jiwa seseorang terbuaikan oleh imajinasi. mereka juga merupakan korban yang seharusnya paling diperhatikan oleh penentang modernitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s